Indonesia Topnews-Jambi – Kelompok Orang Rimba yang hidup di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), Kabupaten Sarolangun, Jambi, mulai beradaptasi dengan pola hidup baru. Menyusutnya kawasan hutan serta berkurangnya sumber buruan membuat sebagian komunitas yang sebelumnya hidup dengan berburu dan meramu kini mulai belajar bertani dan berkebun untuk mempertahankan kehidupan mereka.
Sebanyak 42 Kepala Keluarga (KK) Orang Rimba yang mendiami sekitar 56,5 hektare zona pemanfaatan TNBD mulai menjalani perubahan pola hidup sejak tahun 2018. Perubahan lingkungan yang terjadi secara masif membuat hewan buruan dan hasil hutan bukan kayu yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan mereka semakin sulit ditemukan.

Komunitas Konservasi Indonesia (KKI Warsi) turut mendampingi proses adaptasi tersebut. Pendampingan dilakukan agar kelompok Orang Rimba dapat mengenal pola hidup yang lebih menetap melalui kegiatan bercocok tanam dan berkebun, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah lama menjadi bagian kehidupan mereka.
Menurut pendamping lapangan, berkurangnya kawasan hutan menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan hidup Orang Rimba. Perubahan ruang hidup akibat alih fungsi lahan serta aktivitas industri di sekitar kawasan taman nasional turut memberikan tekanan terhadap ekosistem yang selama ini menopang kehidupan mereka.
Kondisi tersebut memaksa sebagian komunitas Orang Rimba untuk menyesuaikan diri dengan realitas baru. Dari yang sebelumnya bergantung penuh pada hasil hutan dan perburuan, kini mereka mulai menanam berbagai kebutuhan pangan sebagai langkah bertahan menghadapi perubahan zaman.

Meski mulai beradaptasi dengan sistem pertanian, kehidupan Orang Rimba masih menghadapi berbagai persoalan. Keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta terus menyusutnya kawasan hutan menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.
Di tengah perubahan yang terus berlangsung, masyarakat Orang Rimba tetap berupaya menjaga identitas dan tradisi mereka. Adaptasi yang dilakukan menjadi gambaran perjuangan komunitas adat dalam menghadapi perubahan lingkungan yang semakin cepat.
Tengganai Basemen bersama keluarganya, yang tinggal di zona pemanfaatan Taman Nasional Bukit Duabelas, menjadi salah satu potret nyata perjalanan perubahan tersebut. Di tengah keterbatasan dan tantangan yang ada, harapan untuk masa depan yang lebih baik terus tumbuh dari dalam kawasan hutan Bukit Duabelas.
Redaksi

